Sep 15 2007
Urun Rembug
Mari ikut mengisi Program IA ITB 2007/12
Sejak pencalonannya Hatta dan teman-temannya membuka penuh partisipasi alumni untuk ikut mengisi program-program IA ITB ke depan. Website ini dan tulisan yang anda save dari web ini akan menjadi saksi yang mendokumentasikan masukan anda. Untuk menjaga keterbukaan dan transparansi maka masukan yang kami dokumentasikan memerlukan nama lengkap, jurusan dan angkatan anda. Program-program yang orisinil dan kreatif akan kami kembangkan, dan bila anda juga berminat untuk menjadi champion-nya, maka akan kami beri kesempatan dalam tim kerja IA ITB yang dibentuk. Namun tak perlu khawatir, kalau anda cukup berbahagia menyumbangkan gagasan, kami juga lebih dari berterima kasih. Biar teman-teman alumni yang lebih muda menjalankannya, dan anda kami catat sebagai pencetus dan tempat kami bertanya.
Kami tunggu.
Salam, HR

Dalam benak saya: Ketua IA-ITB itu adalah:
SEORANG YANG PUNYA KOMITMEN UNTUK MENINGKATKAN HARKAT PARA ALUMNI ITB MENJADI WARGA NEGARA KELAS I DI REPUBLIK INDONESIA TERCINTA, yahh susah memang karena yang kita cari adalah seorang NEGARAWAN atau paling tidak ‘bibitnya negarawan’ yang melalui dukungan civitas akademik ITB kemudian “DIBENTUK’ menjadi seorang negarawan
Abah: 0816 486 7841
ITB adalah salah satu institusi pendidikan yang tertua di Indonesia, kita semua tahu. Dan sekarang Pak Hatta yang kebetulan juga pengatur pemerintah kita (baca : Sekneg) mencalonkan sebagai Ketua IA ITB, tentunya kita senang, tetapi yang harus diprioritaskan ya pendidikan dong, jangan yang lain dulu. Dari yang dicanangkan oleh Pak Hatta, saya tangkap kok masih belum menyentuh secara mendasar bidang pendidikan, tolong Pak dipikirkan dan diperhatikan masalah pendidikan mulai dari dasar sampai tinggi, secara umum pendidikan kita masih sangat berorientasi pada uang sehingga keberpihakannyapun juga masih ke yang punya uang. Jangan terlalu bermimpi bagi rakyat yang masih ada dalam kemiskinan untuk memotong belenggu kemiskinan dengan mendapat pendidikan yang berkualitas tanpa uang. Mulai dari universitas/institut negeri berubah menjadi semi swasta (PTBHMN), IKIP menjadi universitas, munculnya sekolah unggulan, semuanya mengarah ke eksklusifisme yang berorientasi mencari uang dan bisnis, dana pendidikan 20 % yang belum terrealisir dengan segala macam alasan dan masih banyak lagi masalah pendidikan anak negeri yang belum tertangani dengan baik. Dan harus kita ingat kembali UUD negara kita, pendidikan adalah hak setiap warga negara. Mana alumni ITB kiprahmu dalam hal ini? kita mendengar pakar pendidikan kita rata-rata bukan dari ITB, kalau birokrat untuk pendidikan sudah banyak kita dengar mulai dari Pak Doddy Tisnamidjaja, Pak Pramutadi, Pak Satriyo dan sebagainya. Tolong buat program pendidikan yang konkrit dapat membantu masyarakat miskin di negeri tercinta ini. Selamat berjuang Pak Hatta untuk menjadi Ketua IA ITB, semoga sukses dan Tuhan akan bersama dengan orang yang mau merasakan kepapaan orang lain.
Bangun MS
pecah belah ITB melalui pilketum ia itb:
- hatta rajasa didukung oleh GAMAIS
- hengky didukung oleh PSIK
- betti didukung oleh eks-VERITAS
jadi kalo kita orang gamais, pilihlah hatta, kalau kita orang PSIK pilihlah hengky, dan kalau kita orang-orang eks-Veritas pilihlah Betti. udah jelas ya?
ugh… glek!
mau diapain lagi ini ITB sama orang-orang ini??!!
hayu, siapa lagi yang belum terkotak?
..roni..
Bung Roni Sikaloko, tidak perlu naif, sudah hukum alam bahwa orang berkumpul membentuk komunitas karena memiliki
kesamaan, bisa kepentingan, asal muasal, etc.
Apa kau pikir sebatang lidi, seutas ijuk…. bisa dijadikan sapu tanpa yg lainnya?. Lidi-lidi dalam sapu lidi adalah sejenis, ijuk2 dlm sapu ijuk juga sejenis, tapi mereka bermanfaat.
Emangnya kau sendirian mau ngapain? Kenapa ada di sini, karena alumni ITB? Knapa terkotak dalam ITB? Kok gak jadi alumni semua perguruan tinggi? Knafaaa?
Komunitas terbangun pasti karena kesamaan kepentingan, bisa suku, partai, agama, kedaerahan…….. Dan semua itu syah-syah aja selama bermanfaat untuk orang banyak.
Limit only in your mind bro……
-kemal
Ckckck…. bung Roni…. yang terkotak2 itu alumni ato paradigma anda?
setau saya banyak juga alumni PSIK yang gabung memberi dukungan pak Hatta.
So, saya belum melihat bukti omongan anda….
Anyway, beberapa alumni muda justru mencalonkan calon lain. Zaid Perdana dari teknik lingkungan angk. ‘9x. Kalo diliat komposisinya, Tiang bendera dan G10(Veritas yang mendominasi)… Apa nggak tambah paradox dengan statement anda diatas?
Untuk Mas Bangun MS dan kawan-kawan yang lain >>
Saya ucapkan terima kasih atas saran dan masukannya yang sangat berarti dan positif bagi kemajuan almamater. Tentu saja pendapat mas Bangun betul, sebagaimana kita tahu saat ini kita hidup pada peradapan gelombang ke empat yang di sebut Creative Civilization dimana faktor Human Capital adalah menjadi faktor kunci, competitive-ness suatu bangsa sangat ditentukan oleh Human Capital tersebut itu artinya membangun knowledge base society menjadi keniscayaan.
Dalam program saya, yang utama saya kedepankan adalah membantu mebangun ITB menuju World Class University, itu artinya kita membangun seluruh satuan yang ada termasuk satuan akademik dengan seluruh infrastrukturnya dan SUK serta SKD yang sangat berperan didalam mendukung ITB menuju The Center of Excellence.
Apabila saya terpilih maka saya ingin membangun Global Partnership dan kolaborasi untuk mendukung ITB menjadi World Class University. Road Map to Noble Prize harus kita wujudkan untuk meng-encourage para researcher di ITB serta membantu ITB mengembangkan budaya menuju Research University.
Mudah-mudahan target kita untuk lima tahun kedepan ITB yang kita cintai bisa masuk rangking seratus dunia, faktor kunci adalah budaya research, peer-review alumni yang solid, infrastruktur yang baik, global akses yang memadai dan remunerasi yang baik. Mari bersama kita wujudkan itu semua.
Salam,
HR
Untuk mas Roni Sikaloko >>
Kampus ITB adalah sebuah miniatur yang mencerminkan prularisme bangsa, tidak mungkin bangsa ini maju kalau kita tidak menghargai dan menganggap prularisme adalah sebuah kekuatan. Bukankah empat pilar yang menopang bangsa ini tetap tegak salah satunya adalah Bhineka Tunggal Ika. Sebagai cerminan dari prularisme tersebut maka kita harus menghargai, menghormati dan mengajak semua komponen untuk bersama-sama membangun ITB yang kita cintai, dalam konteks itulah saya menganggap bahwa seluruh komponen alumni ITB adalah kawan seiring untuk bersama-sama membangun almamater yang kita cintai.
Salam,
HR
untuk mas hatta rajasa,
sebenernya saya dukung 200% mas Hatta untuk naik dan memimpin IA ITB ini. Saya respek sama mas Hatta. Yang saya tidak respek adalah bahwa mas Hatta juga jadi terkotak-kotak, dan komentar terakhir mas seolah membenarkan hal itu. Saya bergaul dengan banyak sahabat non-muslim yang sebenarnya respek dengan mas Hatta selama ini (khususnya ketika mas masih menjabat sebagai mentri perhubungan). Mas Hatta yang kami kenal adalah orang yang tidak gampang terkotak. Kami lebih kenal mas Hatta sebagai seorang menteri negara daripada seorang kader PAN, misalnya, adalah bukti tak mudahnya mengkotakkan seorang hatta rajasa. IA ITB bukan cuma punya sekelompok orang apalagi milik sekelompok orang dengan agama yang homogen, mas! Saya yakin mas hatta sepakat dengan saya….
wallahualam…
-rs
Mas Roni,
Saya sependapat dengan pikiran anda, kekuatan bangsa ini terletak pada penghargaannya terhadap pluralisme. Oleh sebab itulah saya tidak mungkin dan tidak akan pernah membuat “kotak-kotak” yang akan mengkerdilkan kita dan mempersempit wawasan. Dimanapun saya mengabdi, apakah itu sebagai politisi ketika di DPR atau sebagai menteri, saya selalu mengedepankan bangsa dan negera diatas kepentingan yang lain, dan hal ini tidak akan pernah menggoyahkan pendirian saya tersebut, apalagi memiliki sifat primordialisme sempit yang tidak menghargai keragaman etnik, budaya, dan agama.
Salam,
HR.
saya usul program research and development utk community development (riset kerakyatan). maksudnya ini adalah karya teknologi [itb] yg tidak memadai (nilai ekonominya) utk digarap sbg industri [besar] ttp bermanfaat bagi masyarakat di sekitar prsh/atau proyek2 alumni itb (home industry).
misalnya produksi virgin palm oil oleh masyarakat sekitar perkebunan. bagi astra atau salim grup ide itu terlalu kecil, jd kita “jual” ke jalur com-dev aja. bagi masyarakat yg jd plasma perkebunan itu, ide ini dapat menambah pendapatan. dan bagi itb, ini menambah kontribusi penelitinya.
implementasi riset ini difasilitasi utk ikut ajang kompetisi internasional (worldclass university) utk kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti yg disponsori perusahaan2 besar di eropa dan USA.
dainsyah/biologi-86
Kepada Bung Roni,
saya percaya bahwa Bung Hatta tetap seperti yang Bung katakan, dimana dirinya tidak terkotak-kotak oleh paradigma dukungan yang dibangun banyak pihak.
dan sudah banyak bukti bahwa Bung Hatta sangat pluralis, malah tidak hanya ketika memegang jabatan di pemerintahan yang seharusnya memang mementingkan kepentingan masyarakat tanpa membedakan golongan dan kelompok, di PAN yang notabene mempunyai latar belakang Muhammadyah, Bung Hatta lah yang mengusulkan Bara Hasibuan (Non-Muslim) menjadi Wasekjen PAN.
Bukti-bukti ini saya kira mengikis semua isu yang mengatakan bahwa Bung Hatta sangat sektarian.
Oiya…saya juga non-muslim yang mendukung Hatta…he…he…
Arya M
sebuah suara gundah gelisah nurani
pilih memilih. pilih ini lah pilih itu lah.ummm…
ada yg bilang life is all about choice(es).
manusia, konon kabarnya adalah makhluk individu dan sosial or komunal. dan ketika individu individu memiliki irisan kepentingan maka secara naluriah alamiah akan membentuk komunitas. lalu ketika sebuah komunitas terbentuk maka kembali secara alamiah ada yang disebut pemimpin. apapun itu nama dan bentuk komunitas, (ke)pemimpin(an) adalah sebuah kebutuhan (primer). seperti sebuah tubuh, bayangin aja sesosok jasad tanpa kepala.
jika sang surya terbit dan tenggelam. jika manusia lahir, dewasa dan mati. maka (ke)pemimpin(an) pun berganti. suksesi sebuah kata yg biasa dipakai untuk menyebut proses pergantian (ke)pemimpin(an).
politik… ummm… apa ya? sebuah kata yg narik gw ke lembaran waktu yang telah berlalu,tahun 1998.
ya, berikut ini adalah sebuah copy paste dari tulisan sophie. bagi yg sudah pernah baca, maafin kalo ada tayang ulang.bagi yg baru baca, maafin juga kalo jadi gimana gimana.
ya, sudah saatnya sekarang mari kita bersama mencari apa arti perlawanan apa itu berjuang, kita perlu ide ide segar mencari bentuk bentuk baru perlawanan bentuk baru perjuangan, yang tidak lagi dalam bentuk orasi patriotik, yang tidak lagi dalam bentuk saling berpegang erat menembus barikade senjata aparat bermuka garang, yang tidak lagi dalam bentuk luka luka terkoyak pagar duri, yang tidak lagi dalam bentuk teriak lantang pada tameng tebal - tongkat pemukul - anjing pelacak terlatih bergigi tajam - water cannon, yang tidak lagi dalam bentuk pasang badan berani mati menantang derap kaki kaki kekar kavaleri barisan panser menghadang, yang tidak lagi dalam bentuk pecahnya kepala kawan kita - koyak jantung di dada kawan kita tertembus peluru…
Jangan mau jadi pengecut! hidup sekali harus berarti. ada yang berubah ada yang bertahan. karena zaman tak bisa dilawan. yang pasti kepercayaan harus diperjuangkan.
milenium berganti, milenium baru, matahari 2007 sejenak lagi tenggelam, sejenak lagi matahari 2008 niscaya kan terbit.
IMHO, udah saatnya (ex) mahasiswa (ITB) untuk (lebih) membela pengembangan industri nasional.
pada sadar gak seh ama yang namanya neo kolonialisme?
mau sampai kapan bangsa ini jadi terjajah? mentalitas inferior…mental terjajah…mental kuli…mental jongos…bangsa budak…rendah
industri banyak di negeri ini, kita kebagian apa? jadi buruh doang?
industri banyak di negeri ini, bagian mana yang ‘kita’? berapa persen pake teknologi kita? berapa banyak yang dibikin oleh putera puteri negeri sendiri? masih bangga ama teknologi bangsa lain yang lebih canggih? beri kesempatan dong ke produk karya cipta putra putri terbaik negeri untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri, kalo bukan dari_oleh_untuk kita, lalu siapa lagi?
I Te Be … Teknologi… mana? dimana teknologinya? udah bisa bikin apa? pesawat? PTDI apa kabar? kalo cuman mo jadi jongos ngapain repot repot kuliah di I Te Be… rival kita bukan kawan sebangsa senegara (saja)…
Sebut saja kawasan regional Asia (Tenggara), Malaysia, Vietnam, Singapura, India, Iran, China…
Malaysia dulu belajar ke kita, sekarang?
Vietnam, gimana vietnam dihajar habis oleh Amerika, berapa judul pelem aja dah Holiwut bikin, industri mereka bangkit…
Singapura, kecil nyempil tapi besar pengaruhnya di Asia Tenggara…
India-Pakistan-Iran punya nuklir yang bikin gerah Amerika, BATAN ngapain aja?
China, kita kebanjiran produk otomotif-industri berteknologi China, selain dari Jepang dengan produk produk elektroniknya…
Ngapain ada I Te Be, ngapain aja seh di I Te Be… kalo apa apa impor. teknologi impor, bayar tenaga ahli dari luar, mahal… sarjana kita? eh dibayar murah (relatif, ketika perbandingan dilakukan antara kalo kerja di perusahan lokal terhadap perusahaan multinasional), produk lokal gak kompetitif… ngapain ada I Te Be, ngapain aja seh di I Te Be… kalo yang di I Te Be aja pada memble, gimana di tempat lain? wake up!!!… sadar… ! ! !… kita udah dikepung udah dijajah oleh yang namanya neo kolonialisme.
tuk sejenak mari hayati lirik sebuah lagu berikut ini
Bangun pemuda pemudi Indonesia
Lengan bajumu singsingkan untuk negara
masa yang akan datang kewajibanmu lah
menjadi tanggunganmu terhadap nusa
menjadi tanggunganmu hai putra negeri
masih IMHO,saatnya (ex) mahasiswa (ITB) membela pengembangan industri nasional
sekali lagi maaf. apalah hamba ini di pandangan paduka tuan sekalian. kami hanya menyuarakan gundah gelisah nurani. yeah, we are just nothing.n.o.t.h.i.n.g. until the world hears our voice(s).
semoga bermanfaat untaian kalimat, kata dan huruf hamba. karena, bahkan sebuah huruf N mampu mengubah seorang PEMIMPI menjadi PEMIMPIN.
terima kasih sobat
with regards, love n peace
Bangsa. Nation.
” the growth of a nation” tingkat kedewasaan suatu bangsa dapat dibagi menjadi tiga tahap.
1)Agraris –>Pangan : bangsa yang punya ketahanan pangan, so nih bangsa udah gak musingin masalah gimana biar bangsanya gak ampe kelaparan, gak berati kudu punya lahan or pertanian yang maju, bisa impor dan sebagainya untuk nahan perut gak ampe kosong.contoh: th 80an China jor joran di bidang ini
2)Industri –> create product: bangsa pencipta yang bisa bikin product berupa barang yang tentunya ada gunanya dan laku dijual so nih bangsa punya penghasilan dari apa yang dibikin dan dijual darinya, tentunya industri erat kaitannya dengan teknologi yang memudahkan meng’sangkilmangkus’kan proses proses yang terjadi contoh: sekarang China udah bisa ekspor produknya ke negara kita (otomotif, mesin-mesin industri meski emang masih banyak komplain di after sale, BUT kita bisa contoh ‘cluster industry’ mereka, dari kumpulan industri kecil ,home industry, mereka bikin komponen per komponen ,part by part, yang lalu dirakit menjadi sebuah suatu product dengan nilai jual yang lebih tinggi, demikian juga Korea, Taiwan bahkan Jepang, karena sesungguhnya nama nama besar seperti Honda Jepang atau Samsung Korea dibangun dari industri industri kecil pemasok komponen komponennya
3)Service –> pelayanan/jasa : bangsa yang sudah bisa menjual skill or apapun yang bersifat pelayanan/jasa, lebih ke sumber daya manusianya yang dijual, bangsa yang tidak lagi terlalu bergantung dari alam(agraris) dan atau dari ‘tool’(industri) belaka namun sudah bisa menjadikan skillnya untuk memperoleh benefit sebesar besarnya bagi kesejahteraan bangsa tersebut. contoh : Singapura
kita udah merdeka berapa lama? kita sudah bisa apa? seberapa dewasakah kita sebagi bangsa?
next, economics? money? capital?
well, case study, contoh kasus, biofuel misalnya.
Liputan6.com, Jakarta: Keinginan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mempercepat pengalihan ketergantungan bahan bakar minyak ke energi minyak nabati dipastikan masih jauh dari harapan. Karena hingga sekarang anggaran mega proyek itu belum diputuskan. Demikian disampaikan Menteri Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro di Jakarta, Senin (24/7) [baca: Presiden Memimpin Rapat Mengenai Biofuel].
Dari perhitungan sementara Departemen ESDM, total kebutuhan anggaran pengembangan minyak nabati cukup besar, senilai Rp 200 triliun. Biaya sepenuhnya akan dilakukan untuk budidaya kelapa sawit, tebu, singkong, dan biji jarak. Sedangkan sisanya untuk pembangunan pabrik pengolahan
and i say,
kita bicara bangsa, negara, sistem, dengan pembenahan sistem yang baik kita bisa berdayakan sumber daya yang kita punya, kita percaya sumber daya alam kita jauh teramat jauh lebih besar jika dinominalkan daripada nilai yang cuman 200T, kita percaya sumber daya manusia kita cukup mempuni jika dibandingkan dengan manusia manapun di dunia ini , yang jadi pertanyaan besar adalah mengapa yang terjadi justru manusia manusia luar biasa Indonesia justru memiliki kecenderungan mengeruk kekayaan alam dari tanah sendiri untuk bangsa lain dan sudah merasa senang dengan bagian yang terlihat seolah olah sudah cukup banyak padahal baru secuil, selain itu juga ada kecenderungan menjadi bangsa yang sakit yang senang menyakiti dirinya sendiri dengan bersikap pesimis memandang rendah kemampuan bangsa sendiri, menyangsikan kesungguhan kita sendiri sebagai bangsa untuk bersama sama bangkit memperbaiki sistem
oh no, i’ve said too much. sorry…
sementara segitu dulu
with regards, love n peace
~sophie~
Masyarakat yang tidak memahami dirinya sendiri adalah masyarakat tanpa karakter. Problemnya, masyarakat seperti ini sering menolak kritik terhadap dirinya sendiri, bahkan enggan mengakui kebenaran sejarah yang sudah membentuk dirinya hingga sekarang.
Sejarah kelam ditutup-tutupi tanpa mau mengakui sebagai bagian dari kenyataan hidup masa lalu. Padahal pengakuan akan kesalahan masa lalu ini penting untuk perjalanan hidupnya di masa depan.
Ketika masuk dalam kawasan ideologi maka bangsa Indonesia akan bertemu dengan sebuah ideologi yang setiap kita dapat dipastikan telah mengetahui bahwa Pancasila adalah ideologi negara Indonesia. Secara akademis, kembali kita bisa sepakat, bahwa ada salah kaprah pada Pancasila, meski tidak setiap kita bisa tahu persis apa atau dimana salah kaprah Pancasila, setidaknya itu bisa kita rasakan. Yang terjadi kemudian, ketika berbicara ideologi, kita lebih tertarik pada liberalisme, sosialisme dan hampir tidak pernah merujuk Pancasila. Bahkan ketika muncul adaptasi pada zaman dengan lahirnya neoliberalisme atau neo neo lainnya, Pancasila masih tetap ’sakti’ dengan Pancasila tidak bisa mati (pancasila will never die).
Sebuah ideologi dianut dengan harapan mampu membimbing manusia dalam membangun relasi sosial untuk kehidupannya. Ketika sebuah ideologi yang semula memiliki pengaruh luar biasa dalam pemikiran sosial namun kemudian tidak lagi bisa menjawab tuntas problem yang dihadapi manusia seiring dinamika waktu, maka perlahan ideologi itu mulai ditinggalkan dan menemui ajalnya.
Lahir, besar, mati. Terbit, tenggelam. Begitu pula halnya yang dialami oleh sebuah ideologi. Kebutuhan akan sebuah ideologi menjadi sesuatu yang tidak lagi primer. Orientasi perhatian sekarang tidak perlu dipatok pada satu ideologi, dan muncul kecenderungan berorientasi pada tujuan akhir, yang bisa berupa bagaimana memberikan perhatian dan meningkatkan kesejahteraan manusia.
Kembali pada kita, bangsa Indonesia. Pancasila pernah mengalami mistifikasi, dijaga kelestariannya, status quo. Kondisi ini menjadikan kita sebagai bangsa yang menistakan falsafah hidupnya. Pendiri bangsa telah merumuskan Pancasila untuk jadi falsafah hidup berbangsa dan bernegara. Ketika bangsa ini lahir, pemimpin kita waktu itu berfikir tentang apa saja syarat yang harus ada untuk berdirinya sebuah negara. Salah satunya, ya falsafah itu.
Ketika ORLA digantikan oleh ORBA yang kemudian bergulir hingga saat ini era reformasi, tertangkap kesan adanya dendam di setiap proses besar perubahan kepada para pendahulunya. Penguasa yang runtuh adalah penguasa yang kalah. Karena itu, perubahan menjadi milik pemenang. Maka, pemenanglah yang dianggap berhak dan mendapat giliran melakukan memaknai realitas dan berkuasa memberikan penilaian benar salah.
Perlakuan ORBA pada Pancasila dengan menjadikan asas tunggal dan sebagainya , bahkan ada beberapa yang dirasakan terlalu berlebihan untuk tidak menyebut kata banyak, telah menjadikan Pancasila analog dengan ORBA yang juga dianggap sebagai bagian yang harus dihancurkan.
Perlu diingat bahwa Pancasila adalah core value dan bukan milik ORBA. Implementasi ideal Pancasila yang tidak sesuai atau kontradiktif dengan kenyataan, tidak menghilangkan fakta sejarah bahwa Soekarno dan pendiri bangsa ini berfikir Pancasila dapat menjadi solusi bagi benturan ideologi besar yang dianut masyarakat. Mereka berusaha merangkumnya dalam satu kesepakatan bersama yang lalu kita kenal sebagai Pancasila. Jika kemudian Soeharto menjadikan Pancasila sebagai asas tunggal dengan menekan ideologi yang lain, ini juga tidak menyelesaikan masalah.
Sudah waktunya sekarang kita bersama sepakat, membiarkan ideologi yang dianut masyarakat tetap hidup dalam koridor yang tidak melanggar batas kebebasan, menjadikan Pancasila sebagai falsafah dasar berbangsa dan hidup bersama.
ideologi menjadi salah kaprah ketika dianggap sesuatu yang absolut. di muka bumi tidak ada satupun yang bersifat absolut. semua berubah seiring waktu. perubahan itu akan terus terjadi, tidak bisa dilarang, diinginkan atau ditolak. dengan kita atau tanpa kita. dan pilihan bagi kita untuk memberi kontribusi terlibat dalam perubahan. singkat kata, TANPA KITA (saya, anda, atau siapapun), perubahan masih dan akan terus terjadi.
bicara tentang filsafat. ada dua orang yang dianggap sebagai pemersatu kata philia dan sophia. dua orang itu adalah Thales (the father of science) dan Phytagoras (the father of numbers). sebelum ada philia dan sophia, semua ‘hanya’ mitos (myth) yang lebih sering tidak rasional, tidak logis. manusia dikaruniai otak akal pikiran, dalam mitologi otak mati, pada philia dan sophia otak mendapatkan ruangnya.
dan mahasiswa? belum tentu seorang mahasiswa adalah seorang terpelajar. seorang terpelajar tidak cukup dapat membedakan baik dan tidak baik, pun mampu menahan dirinya sehingga tidak menuju ke hal yang tidak baik. jadi meskipun gelar berderet dua belas namun masih berbuat tidak baik maka tidak bisa disebut terpelajar. bisa jadi, seorang yang tidak mengenyam pendidikan formal, tidak bergelar, namun bisa membedakan baik dan tidak baik juga mampu menahan dirinya dari hal yang tidak baik, adalah manusia yang (lebih) terpelajar.
quo vadis. kemana arah diskusi ini?
like the heat. is it a vector? if so, why? if no, why? bagi yg pernah blajar heat transfer, tau thermodynamics, disana ada cerita tentang ‘arah’,'heat flow’ etc.
with all due respect, saya percaya anda sudah cukup dewasa untuk dengan bebas merdeka membuat definisi, menemukan jawaban sendiri, bukan crying baby yang masih perlu disuapin, bukan orang buta yang butuh tongkat, bukan robot yang hanya bisa melakukan hal yang diprogramkan saja tanpa punya inisiatif sendiri.
kembali, ada kata-kata seperti ideologi, agama, religion, din, believe, faith, “sistem hidup”, filsafat, ilmu, science, sciencetism… saya rasa pada kata kata tadi ada irisan kesamaan, pun juga ada perbedaanya. misal, ruang lingkup ideologi itu terbatas. adapun “sistem hidup” itu relatif lebih luas.menjadi terlalu sempit ketika ada sebuah kalimat seperti “menjadikan islam sebagai ideologi’ “, hanya saja, IMHO, pun tidak bisa serta merta disimpulkan bahwa islam bukan sebuah ideologi.
. .
satu hal, filsafat dan ilmu ada bedanya. kalo science butuh namanya real data, numerical, measured. sedangkan philosophy, there is no ‘real’ data, no numerical, not measured… IMHO ketika bermain-main, jalan-jalan di kawasan philosophy ya welcome aja di kawasan yang gak ril, abstrak, gak numerik, gak terukur… ada kesan bebas, hanya saja perlu kehati-hatian. nyasar, pusing, limbung… ada asiknya ada bahayanya.
selamat bermain. enjoy n keep on smiling
untuk Indonesia !
ada yang mendefinisikan visi sebagai knowing where you want to get with it
23 desember 2006 jam 10-12 (pagi menjelang siang) di ruang auditorium SBM ada seminar tentang paradigma baru shared by : Robby Djohan.
ketika Robby Djohan ditanya mengenai visi, ada beberapa hal yang saya catat:
sebuah visi dibentuk oleh budaya, culture, something’s done repeatly overtime. dan ini membutuhkan waktu at least 10 tahun, bisa 20 tahun, bahkan lebih.
seminar itu secara garis besar membahas:
Leader Competencies : - Character, - Human skills, - Change
-Character : ^Integrity, ^Skill and Experience, ^Trust
-Human Skills : ^The Dream Team, ^A New Generation, ^Career Development
-Change: The Heart of Change ^What We See, ^What We Feel, ^What We Do
Sebuah paradigma baru hanya bisa dilakukan oleh new people, new generation. Old people, old generation sudah terlalu merasa nyaman dengan paradigma lama dan enggan dengan paradigma baru.
apa (dan siapa) new (people or generation) ? seorang Ghandi misalnya. He was nobody, just a man in the street, who has an ambition for freedom, independence, and human right. Ia tinggalkan gemerlap kelimpahan harta sebagai seorang lawyer untuk menjadi jelata seperti jutaan penduduk India lainnya dan melakukan transformasi.
(SBM) management. Menurut pendapat seorang Gde Prama, gantilah kata management dengan managing. padigma lama (old fashion) pada management adalah dengan menjadikan profit dan target sebagai orientasi, ketika target dan profit tercapai terkadang justru terjadi stagnasi tanpa tahu what next, ketika target dan profit tak tercapai yang terjadi adalah frustasi.
sebuah proses managing akan lebih baik jika berorientasi pada sustainability, the power to empower, the empowerment power.
ada yang disebut sebuah proses suksesi. suksesi yang baik adalah ketika leader produces leader, pemimpin yang menciptakan pemimpin.
Hirarki kekuasaan yang berbentuk piramid jika dianalogikan dengan sebuah pohon maka untuk melahirkan tunas baru, pucuk pucuk lama harus dipangkas. Agar bagian bawah dari piramida bisa naik ke bagian atas maka, mendapat kesempatan bertumbuh maka puncak paramida harus dipotong. Old people, old generation harus mau memberikan pucuk kepemimpinan pada new people, new generation.
yang harus dimiliki oleh new people, new generation adalah motivasi, highly motivated. Yang ini semua membutuhkan self confidence.
to build a confidence is to build the brain (with skills and experinces), to build the heart (behaviour).
when everything is clear, you do know what to do, you do know what in the heart, so you do know in the heart that you are right.
right -> true -> the truth -> kebenaran -> kepercayaan, keyakinan, keberanian yang itu semua bisa mulai dibangun dari respect.
respect –> self confident –> do what ever want to do –> for the community
cost? risk? resiko? sure, pasti ada yang dinamakan resiko. suatu hal dikatakan high risk ketika risk tersebut tidak calculated, uncountable, unpredictable. untuk mengurangi resiko, give your self alternatives, ketika menemui hambatan maka ada alternatif lain sebagai pilihan. ketika menjadi terlalu ‘all out’, do not give your self alternative( s), so, the risk become high(er), ketika terhambat, atau gagal, itu bisa menjadi the end, kehancuran total, kematian.
hambatan pasti kan menjelang, kesulitan pasti ada : everything’s already difficult, so don’t make it (more) difficult, semuanya sudah sulit, maka jangan jadikan (lebih) sulit. don’t be so dramatic, jangan mendramitisir keadaan.
- - -
saya percaya anda-anda memiliki brain (with the skills and experiences) dan heart (with behaviour), punya confidence, punya self confidence, highly motivated, you are young people, young generation with new paradigm… pantas dan layak untuk merenung, bertanya, mencari jawab atas pertanyaan seperti berikut :
what is our vision?
PS : Technology and Information become so important in the new paradigm.
untuk Indonesia !
smanget skali nih sophie..

Bang Hatta,
Selama ini alumni lebih sering dinomorsatukan…bagaimana dengan Rakjat…? Kontribusi yang seperti apa yg akan dilakukan abang untuk membawa IA-ITB berkontribusi lebih terhadap society. Sekarang jamannya CSR, yg ujung2 social responsibility..seperti apa IA-ITB yang akan lakukan untuk rakjat?
Semoga sukses Bang! We will support you!
Basuki T
Piping/Pipeline Engineer
Mas Basuki
Kita sama2 orang Pipeline, mari kita dukung Bang Hatta….
Yakinlah, masalah IA ITB adalah hal yang begitu kompleks dan dibutuhkan figur yang punya background yg “komplit” juga untuk dapat menggerakkan organisasi sehingga memberi manfaat buat alumni, almamater dan bangsa kita.
Ramli Kadir
buat Mr. Hatta R
Ass. Wr. Wb.
Semoga Alloh SWT senantiasa merahmati kita semua. Amin
” Apabila saya terpilih maka saya ingin membangun Global Partnership dan kolaborasi untuk mendukung ITB menjadi World Class University ”
Mr. Hatta, bolehkah saya tahu, skenario yang Bapak buat untuk kedua hal tersebut di atas ?
Oleh sebab itulah saya tidak mungkin dan tidak akan pernah membuat “kotak-kotak” yang akan mengkerdilkan kita dan mempersempit wawasan. Dimanapun saya mengabdi, apakah itu sebagai politisi ketika di DPR atau sebagai menteri, saya selalu mengedepankan bangsa dan negera diatas kepentingan yang lain, dan hal ini tidak akan pernah menggoyahkan pendirian saya tersebut, apalagi memiliki sifat primordialisme sempit yang tidak menghargai keragaman etnik, budaya, dan agama.
Mr. Hatta, ” kotak-kotak” sejak jaman dulu sudah ada dan akan selalu ada…sebagaimana di siratkan di dalam Al’Qu’an, bahwa manusia diciptakan atas banyak golongan ataupun suku..dst…
jadi yang penting bagi kita bagaimana memahami “kotak-kotak” tersebut….
andaikata kotak yang satu menang, janganlah memusuhi kotak yang lain…, tetaplah berbuat baik terhadap kotak yang lain, dengan persyaratan yang tentunya sudah dibicarakan…, sebagaimana kata cerita/sejarah…, dimasa Islam berkuasa di suatu daerah maka yang non-muslim-pun tetap dilindungi, bukan menindas.
masalah mengedepankan bangsa…, ….yah semoga Mr. Hatta bisa melakukannya…., misalnya….pakailah pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia…, dan juga produk-produk peluncur roket dari PT Dirgantara Indonesia….yang selama ini sudah didesain+prototipe+pengujian….(sekedar info buat yang lain…)
usahakanlah kenaikan gaji dosen/guru, juga karyawan BUMN, biar tidak pada lari keluar negeri….,
Kapan nih Mr. Hatta ke PT Dirgantara Indonesia…buat kampanye, dan juga biar PT Dirgantara Indonesia tetap kelihatan makin hidup…
joko S. M/87
Selamat berkarya untuk HR dan tim …
saatnya yang muda yg bicara
2008 – the year of
2008 – the year of the house price crash?InTheNews.co.uk,?UK?-2 hours agoBut the property website insists there are signs for optimism,
Payday Loans No Faxing
cordless power tool
soma
soma cubes
flexeril…
picture of flexeril…
You got a nice post on Urun Rembug. Really very nice to read and useful, thanks for the nice share.
Hello webmaster! I am thoroughly impressed with your knowledge of Urun Rembug. Your insights into this article about Urun Rembug was well worth the the time to read it. I thank you for posting such awesome information. I find it on Wednesday and very happy reading this…
I have to say, that I could not agree with you in 100%, but it?s just my opinion, which could be wrong.
I don?t mean to be too in your face, but I?m not sure I agree with this. Anyhow, thanks for sharing and I think I?ll come to this blog more often?….Gurantoor On A Car Loan
I can\’t agree completely on Urun Rembug any way you provided here some valid info, i am looking forward to surf more on this…
Hi there I was browsing Internet searching for Home loan mortgage and your blog regarding Urun Rembug came my way. Very interesting! You really do know your thing! I?m gonna bookmark you and come back in a few to see your new posting! Looking forward to! Cheers!
I couldn?t understand some parts of this article Urun Rembug, but I guess I just need to check some more resources regarding this, because it sounds interesting.
New Payday Loans With No Faxing Or Credit Check…
I couldn’t understand some parts of this article, but I guess I just need to check some more resources regarding this, because it sounds interesting….
yo…
disagree…
faxless bad credit payday loan…
After reading this post, I am not sure I understand what you are trying to relate. Please expand on your thoughts a little more. Thanks…