Sep 07 2007

FAQ - Anda Bertanya

Published by TSHR

PENCALONAN

Mengapa anda mencalonkan diri padahal ada anggapan bahwa sejalan dengan waktu maka Ketua IA adalah yang semakin muda angkatannya?

Persoalan yang dihadapi ITB dan alumninya tidak sesederhana dulu lagi. Ikatan alumni ITB tidak hanya sekedar tempat berkumpul dan bernostalgia, temu kangen atau menyenangkan para alumninya saja dengan kegiatan hobi olahraga akhir pekan. ITB sebagai BHMN yang semi independen berada di tengah tantangan perubahan Indonesia yang juga sedang menuju kebangkitan kembalinya. Tantangan ini jangan dilihat secara sederhana — melihat dimensi waktu yang linier seperti semakin muda seiring waktu, atau mencari figur politis pejabat yang bersifat vertikal-paternalitik – kedua-duanya adalah pemikiran yang salah. Tantangan global bagi Indonesia, ITB dan alumninya harus dijawab dengan melihat secara lintas-dimensi: lintas-angkatan, lintas-jabatan, lintas-profesi, lintas-politis dan lainnya. Sebab hanya dengan cara itu kita bisa mebangun sinergi, memanfaatkan potensi-potensi terbaik di berbagai angkatan, disiplin, kelompok dan lainnya, yang kita tahu masing-masing institusi terbaik di negara ini mayoritas dipimpin oleh alumni ITB. Kenapa tidak kita sinergikan?

Apakah dengan terpilihnya anda maka akan menghambat proses kaderisasi pengurus IA ITB?

Saya jamin tidak. Sekjen saya pilih dari angkatan 80-an, kepengurusan eksekutif yang mewarnai kegiatan nyata 60% saya akan diisi dari angkatan 80-90-an hingga 2000, jadi tidak ada yang terhambat. Angkatan 70-an mungkin hanya beberapa penasihat dan lebih berperan sebagai sumber-sumber untuk kontak, lobi, dan networking yang bersifat non-eksekutif, mereka juga rata-rata pensiunan namun masih ingin berkontribusi, kenapa tidak kita tampung. Apalagi seperti saya sebutkan dalam strategi program IA nantinya, akan kita kembangkan berbagai kegiatan inovatif dan stimulasi kegiatan berbasis sains dan teknologi yang dimotori oleh masing-masing alumni sesuai dengan keunggulannya. Secara alamiah maka akan muncul peran konkrit para alumni muda yang selama ini terpendam dan belum sempat muncul secara efektif. Saya hanya memfasilitasi, atau dengan kata lain, manfaatkanlah saya untuk kemajuan alumni.

Bagaimana dengan kekhawatiran adanya muatan politik tertentu di dalam IA, mengingat bahwa anda juga figur partai politik?

Sejak mahasiswa, ITB itu sudah berpolitik, sangat pluralis dan heterogen. Sama juga dengan susunan kepengurusan IA-ITB 2007-20011 sehingga diharapkan semua kebijakan dan programnya bisa mengakomodasi semua kepentingan. Tapi kalau arah pertanyaan ini adalah menguji apakah jabatan politik saya akan memberi muatan kepada kepengurusan IA nanti, jawabannya jelas tidak. Kita sama-sama tahu, para mahasiswa dan alumni ITB sangat kritis, dan bahkan paling kritis dibanding alumni perguruan tinggi lain. Budaya kita sangat terbuka dan egaliter. Kita sama-sama tahu dan saya sangat kenal hal itu dari pengalaman kegiatan bisnis saya dan kegiatan politik-pemerintahan selama ini. Jelas teman-teman alumni yang muda-muda tanpa perlu diprovokasi akan cepat ”membantai” saya bila tercium sedikit saja bau muatan politik dalam organisasi IA. Jangan underestimate kegigihan alumni ITB mempertahankan kemurnian misi sains dan teknologi ITB tanpa dicampuri muatan politik.

Jika terpilih, bagaimana anda dapat memisahkan kepentingan politik, pejabat pemerintah, dan alumni?

Pertanyaan yang sama diajukan sewaktu saya harus menjabat di kabinet, dan sejak dulu saya mempunyai pendirian dan sering saya sampaikan kepada pers, “My loyalty to the party ends when my loyalty to the state begins.” Hal yang sama, ketika saya bertindak selaku Ketua IA ITB dalam forum alumni dan ITB maka loyalitas saya hanya kepada visi dan misi IA ITB. Banyak alumni ITB yang menduduki berbagai posisi dan jabatan, dan saya belajar dari mereka bahwa dengan keyakinan yang jelas dalam diri kita, maka kita bisa pisah-pisahkan peranan kita sesuai dengan tugas dan peranan yang sedang kita jalankan. Lagipula, dalam IA ITB ini kita bekerja sebagai tim, maka sejak sekarang saya sudah berpesan kepada teman-teman alumni, tolong teriak kalau saya terlihat mulai nyelonong dan mencampur-adukkan urusan politik dan pejabat pemerintah ke dalam urusan alumni. Anda anda bisa mulai meneropong saya sejak sekarang. Saya berterima-kasih diingatkan. Kita pertahankan web ini untuk komunikasi dua arah yang terbuka dan transparan. VISI PROGRAM Tantangan apa yang akan dihadapi ITB saat ini dan bagaimana solusinya? Empat tantangan Alumni ITB saat ini: 1. Aspek Teknologi dengan memperbanyak jumlah dan jenis bidang usaha alumni yang mengedepankan sains dan teknologi sebagai penentu dalam value creating . 2. Aspek Profesi dengan meningkatkan kapabilitas profesional alumni menurut standar kinerja internasional. 3. Aspek Integrasi pemberdayaan lintas keilmuan alumni, percepatan alih generasi/lintas angkatan, dan perlunya skema kerjasama korporasi lintas bidang usaha, dilakukan dengan memanfaatkan beberapa succes story yang dilakukan alumni). 4. Aspek Sinergi dalam kelembagaan untuk memberikan yang terbaik bagi almamater ITB, dengan membangun kerjasama konkrit bersama Pembantu Rektor ITB urusan Kemahasiswaan dan Alumni.

Lalu bagaimana alumni ITB menghadapi tantangan globalisasi?

Empat pertanyaan strategis dulu yang harus dijawab: (1) bagaimana dapat survive dan tumbuh dimana teknologi berubah dan berkembang sangat cepat? (2) bagaimana kita memanfaatkan waktu untuk terus melakukan updating terhadap perkembangan teknologi terbaru? (3) bagaimana menentukan prioritas pilihan, yang mengerjakannya pada saat yang sama harus up to date dan tetap kompetitif? (4) siapa yang memutuskan apa yang harus dilakukan dan kapan memulainya?

Bagaimana alumni ITB meraih peluang globalisasi tersebut?

Inovasi radikal! Tidak linier dan incremental . Barulah dari inovasi radikal ini dapat ditemukan faktor keunggulan kita dan dapat dibangun tatanan industri baru di Indonesia yang Alumni ITB bisa lebih berperan. Kenyataan hidup dalam abad 21 yang kita semua tahu, bahwa negara, industri dan entitas ekonomi harus sanggup berintegrasi dengan global network, atau kita akan ditinggalkan. Ini yang harus digarap serius sehingga berimplikasi memberi nilai positif pada ITB dan alumninya, dan tentu ujung-ujungnya pada pembangunan bangsa.

Apa format, bentuk dan strateginya yang anda jelaskan di atas?

Dalam struktur ekonomi dan industri yang seperti piramid dimana lapisan paling bawah adalah lapangan kerja untuk mayoritas rakyat secara pendidikan sangat minim, maka ITB dan alumninya di posisikan di ujung atas piramid. Pembagian masyarakat berdasarkan kelas-kelas mengikuti tingkat pengetahuan yang dikuasainya. Di lapisan atas piramid adalah knowledge intensive employment . Untuk itu bersama-sama kita menyiapkan alumni ITB berkompetisi head-to-head dengan alumni kampus terbaik di mancanegara. Strateginya adalah (1) menetapkan bench-mark kinerja kelas dunia dalam satu bidang tertentu yang ada, misalkan dalam bidang bioteknologi (memanfaatkan keunggulan keaneka-ragaman hayati negara kita); (2) membukakan akses global dan menyalurkannya kepada skema korporasi lintas-alumni yang disebutkan sebelumnya; (3) ini harus digarap secara sinergis dengan ITB sebagai lembaga pendidikan dan penelitian, plus alumni-alumni yang tersebar di LIPI, BPPT dan kalangan industri — mendorong adanya kemitraan lintas alumni dan lintas kelembagaan yang difasilitasi alumni; (4) membukakan fasilitas lintas alumni untuk membuka usaha unggulan alumni tersebut ke pasar global berupa one-on-one dan inclusive partnership dengan mitra global tersebut, dan; (5) melaksanakannya dalam jejaring alumni ITB untuk mendapatkan sinergi dengan memberi akses kepada sesama badan usaha maupun individu, memprioritaskan fasilitas dan kontribusi usaha dari alumni yang sukses di pasar global, dan melakukan pembelajaran, magang, sub-kontrak dan lainnya untuk menguasai kiat-kiat keberhasilan di pasar global. Bila dilakukan bersama ITB maka sekaligus membangun mentalitas inovasi dan riset bagi mahasiswa dan dosen, membudayakan semangat terus belajar, dan meningkatkan kapabilitas teknologi dengan mengambil bench-mark kelas dunia. Dan harus saya tambahkan di sini, kesemuanya dimulai dengan mewujudkan cara kerja dalam organisasi kita yang mencerminkan kinerja berkelas dunia.

Kedengarannya bagus, sekarang bagaimana menumbuhkan mentalitas riset alumni ITB?

Dilakukan dengan kemitraan seperti dalam jawaban saya sebelumnya, melalui praktek-praktek dalam format innovative based partnership . Prioritas kerjasama dipilih mana yang dapat menumbuhkan inovasi dalam kerja, dan creativity based financing kita buat untuk memberi dukungan pendanaan bagi aktivitas berbasis kreativitas dan inovasi – sebab selama ini pendanaan diberikan secara konservatif bertolok ukur atas sukses sebelumnya, yang sudah berlalu, yang belum tentu tetap unggul untuk kedepan nantinya.

Dan bagaimana untuk meningkatkan kapasitas pembelajaran alumni ITB?

Sejalan dengan pembentukan sikap inovatif, mengembangkan forum-forum workshop atau ”loka karya” dalam arti sesungguhnya sebagai arena tukar pikiran dan berkarya, memperluas jaringan kerja profesi dengan menstimulasi alumni untuk aktif di berbagai asosiasi profesi nasional maupun internasional, pengadaan beasiswa pendidikan melalui subsidi silang atau dana abadi dan pelatihan lintas alumni. Ini dilakukan secara sinergis, lintas disiplin, lintas angkatan, dan diberikan kesempatan kepada masing-masing kelompok minat yang ada. Peranan IA hanya sebatas memfasilitasi dan mencarikan dukungan dana atau sumber-sumber. Substansinya diserahkan kepada kelompok-kelompok alumni masing-masing.

Bicara yang lebih makro nih, bagaimana tentang bangsa Indonesia dan almamater ITB?

Orientasi pengembangan kapabilitas alumni pada akhirnya juga bagi bangsa dan almamater sehingga dibutuhkan dua komitmen penting : (1) kepentingan nasional sebagai main driver semua aktivitas yang bertujuan mempertahankan nama baik almamater; (2) bertekad memberikan prioritas pada penggalian nilai-nilai dan potensi domestik sebagai basis dari berbagai aktivitas untuk kemajuan dan kemakmuran tanah air.

Jadi, singkatnya apa sasaran utama konsep dan program IA ITB 2007-2011?

(1) mensinergikan seluruh potensi alumni secara lintas disiplin dan lintas angkatan, membuka peluang-peluang global melalui para alumni yang telah berhasil; (2) mengedepankan inovasi produk sains dan teknologi dalam kewirausahaan alumni untuk membuka lapangan kerja baru dan membangun jenjang karir alumni muda; (3) sekaligus dengan itu semua melakukan pembelajaran, membentuk sikap inovatif dan mental riset untuk peningkatan sains dan teknologi sebagaimana esensi pendidikan ITB.

Comments are closed at this time.