Sep 16 2007
Masukan Fortuga Untuk IA ITB
Pokok-Pokok Pikiran Fortuga Untuk IA ITB (pdf format - text lengkap)
Cuplikan tulisan:
REKOMENDASI PROGRAM KERJA IA ITB
Dalam merancang program kerja untuk ikatan alumni, maka orientasi dari program kerja tersebut harus pada hal-hal yang bersifat global, seiring dengan tantangan-tantangan masa depan yang akan dihadapi. Sebelum membahas tentang program kerja, maka perlu diberikan ulasan singkat bahwasanya untuk dapat meraih peluang di era globalisasi, ada tiga aspek penting yang harus dipahami sebagai berikut.
1. Aspek pertama adalah memahami bahwa peluang di era globalisasi hanya dapat dimanfaatkan bagi pihak yang memiliki akses untuk ikut berpartisipasi pada jaringan produksi pengetahuan global (global knowledge networks). Hal ini karena proses produksi pengetahuan (production of knowledge) telah menjadi semakin kompleks dan menghasilkan produk pengetahuan juga juga kompleks, misalnya micro-electronics, nano technology dan sejenisnya. Dalam kondisi itu, tidak mungkin suatu perguruan tinggi menguasai seluruh proses produksi pengetahuan tersebut, akan tetapi yang diperlukan adalah kapasitas perguruan tinggi untuk melakukan strategi komplementasi, atau saling melengkapi secara sinergis dengan berbagai pihak. Oleh karena itu, maka daya saing universitas di masa depan akan ditentukan oleh kesanggupannya berintegrasi pada suatu jaringan pengetahuan global atau global knowledge network melalui cooperative research, pembangunan science-techno-park dan berbagai bentuk kolaborasi lainnya.
Implikasi bagi IA ITB adalah, bahwa dalam waktu dekat program kerja IA ITB harus memberikan masukan pada kelembagaan ITB untuk ikut berpartisipasi pada jaringan pengetahuan global. Wujud programnya antara lain, memberikan dukungan pada pembentukan science and techno park di ITB, maupun membantu pembukaan akses bagi ITB ke pasar global.
2. Aspek kedua adalah perlu memahami bahwa siklus penemuan dan inovasi atau rate of innovation’s cycle semakin cepat. Yang dimaksud dengan cepatnya siklus inovasi adalah semakin cepatnya proses penemuan dan komersialisasi teknologi tertentu. Sehingga lahirnya berbagai produk (maupun proses) teknologi baru dalam waktu yang sangat singkat. Akibatnya lahirlah sebuah tatanan ekonomi yang sering disebut dengan ekonomi evolutif (evolutionary economics) yang merombak tatanan industri yang ada dan melahirkan tatanan industri yang baru. Dalam suatu ekonomi evolutif, maka pemeran penting didalamnya hanyalah perusahaan-perusahaan yang berorientasi pada akfititas enjineering yang value creating. Sementara perusahaan yang berorientasi pada retailing dan trading, meskipun masih memiliki peran, akan tetapi akan semakin berkurang nilai signifikansinya.
Implikasi bagi IA ITB adalah, bahwa ikatan alumni harus sanggup memberikan dukungan untuk semakin tumbuh dan berkembangnya perusahaan yang berorientasi pada aktifitas value creating (adalah mengedepankan aspek enjinering dan upaya pencapaian kapabilitas teknologi), serta berupaya sedapat mungkin untuk menjadikan perusahaan value creating itu, sebagai kontributor utama dalam pertumbuhan sektor riil pada pembangunan nasional.
3. Aspek ketiga adalah memahami tentang karakteristik bentuk pekerjaan masa depan (the future of works and employment). Pekerjaan masa depan adalah pekerjaan dengan tuntutan untuk terus melakukan akumulasi pengetahuan atau knowledge intensive employment dan berintikan pada pengarusutamaan pembelajaran terus menerus. Pembagian masyarakat nantinya akan berdasarkan pada kelas pengetahuan (atau division of knowledge) dan bukan lagi kelas angkatan kerja (atau division of labour).
Implikasi bagi IA ITB adalah bahwa ikatan alumni harus sanggup menciptakan berbagai instrumen untuk menstimulasi proses pembelajaran baik dikalangan mahasiswa, maupun dikalangan alumni sendiri. Bentuk perwujudan programnya misalnya dalam mengintensifkan keberadaan forum diskusi, workshops, seminar dan aktifitas sejenis untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan bagi para alumni, untuk berbagi informasi maupun untuk saling mengembangkan jaringan kerjasama.
Untuk dapat menjalankan program kerja yang akan dirancang berbasiskan pada tiga aspek diatas, maka Fortuga menyusun strategi umum yang akan menjadi landasan untuk berhasilnya program kerja yang akan dilaksanakan. Strategi umum yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1. Membangun pusat data seluruh Alumni di Bandung.
2. Menjadikan IA ITB sebagai wadah, motivator, networking dan fasilitator bagi alumninya.
3. Mengelola Ikatan Alumni dalam format Badan Eksekutif yang diselenggarakan secara profesional, jika perlu mengangkat seorang manajer umum (general manager) yang kompeten berikut dengan tenaga administrasi profesional lainnya.
4. Aktifitas utama dari Badan Eksekutif (sebagaimana disebut pada butir 3 diatas) adalah untuk membina dan memelihara interaksi profesi para alumni terutama yang menyangkut dengan pelaksanaan program kerja dari IA ITB.
Adapun program kerja yang direkomendasikan oleh Fortuga bagi IA ITB khususnya dalam mengantisipasi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada di era globalisasi adalah 3 program kerja sebagai berikut:
1. Program 1, Memperluas akses ke Investasi
2. Program 2, Meningkatkan kemitraan (partnerships) antar alumni ITB dan mendorong kemitraan dengan berbagai pihak.
3. Program 3, Memperluas akses ke pasar global.
(1) PROGRAM AKSES UNTUK PEROLEHAN INVESTASI
Direkomendasikan Program Akses untuk Perolehan Investasi (access to investment) dengan dua tujuan pokok yaitu : (1) untuk menstimulasi tumbuh dan berkembangnya badan usaha bagi para alumni ITB, khususnya para alumni yang baru menyelesaikan studi (fresh graduate); dan (2) mendorong para alumni (khususnya para fresh graduate) untuk memiliki mentalitas kewirausahaan (entrepreneurships), yaitu profesi yang berorientasi pada penciptaan lapangan kerja.
Program ini akan direalisasikan dengan 3 kegiatan sebagai berikut
1. Modal Investor Lintas Alumni, Fortuga akan merancang skema yang akan memberikan akses alumni (khususnya inventor, pemilik paten) kepada investor yang potensial. Hal ini dipandang perlu, karena sejumlah inovasi yang dihasilkan, misalnya pada program tugas akhir dari para alumni, memerlukan sejumlah dukungan finansial untuk dapat dilakukan komersialisasinya. Apabila disediakan dukungan finansial yang memadai maka akan menstimulasi para alumni untuk mengembangkan lebih lanjut temuan-temuannya dan menghindarkan mereka untuk mengambil alternatif, ‘mencari pekerjaan’.
2. Skema Insentif dan Asuransi Lintas Alumni , Fortuga akan menyusun mekanisme pemberian pendanaan dalam pelaksanaan suatu kegiatan usaha tertentu dan pemberian jaminan oleh badan usaha (dari alumnus ITB yang berhasil) kepada embrio badan usaha baru yang dikelola oleh sesama alumni. Kegiatan ini diperlukan, karena harus diakui bahwa tidak semua alumni sukses dalam bidang usahanya. Melalui mekanisme ini maka akan dimungkinkan adanya pengalokasian dana yang bersumber dari para alumni yang sukses dalam bidang usahanya kepada para alumni yang baru memulai bidang usahanya.
3. Mekanisme Subsidi Silang (cross subsidizing) Lintas Alumni, Fortuga akan saling memberikan dukungan dalam bentuk dana bergulir antara alumnus dengan kapasitas finansial yang lebih kuat ke alumnus dengan kapasitas finansial yang sebaliknya. Kegiatan ini hampir identik dengan kegiatan sebelumnya, akan tetapi lebih difokuskan pada individu alumni.
(2) PROGRAM FASILITASI KERJASAMA BERORIENTASI BISNIS LINTAS ALUMNI
Program ini berintikan pada upaya untuk memperkuat kohesivitas lintas alumni melalui pelaksanaan kegiatan wirausaha secara bersama-sama. Namun demikian, kegiatan wirausaha yang dikelola secara bersama ini diupayakan untuk memiliki 2 karakteristik yaitu:
1. Mengutamakan aktifitas yang bersifat value creating dan mendorong peningkatan kapabilitas teknologi. Dengan cara ini, maka diharapkan aktifitas kemitraan yang dilakukan akan ikut memberikan peran pada tumbuh dan berkembangnya industri nasional yang berkapabilitas teknologi yang pada gilirannya akan memacu peningkatan kandungan teknologi menengah dan teknologi tinggi pada produk ekspor.
2. Karena aktifitas kemitraannya adalah bersifat value creating dan mengedepankan kapabilitas teknologi, maka pada akhirnya almamater ITB akan SELALU dapat dilibatkan pada aktifitas kemitraan tersebut. Hal itu akan memberikan berbagai dampak positif bagi mahasiswa ITB dan bagi ITB secara keseluruhan, sekaligus memperkuat reputasi ITB sebagai kelembagaan pendidikan teknologi dengan teknologi yang well-proven.
Aktualisasi dari program-program ini akan dilaksanakan dengan kegiatan sebagai berikut:
One-on-one partnerships, merancang sistem untuk melakukan kemitraan antar badan usaha alumni ITB, untuk selanjutnya dilakukan pembagian atau sharing dengan senantiasa mengikut sertakan badan usaha milik alumnus.
Inclusive partnerships, mendorong badan usaha Alumni untuk memberikan preferensi kepada individu alumni maupun badan usaha alumni dalam pengelolaan berbagai kegiatan usaha. Skema ini ditujukan terutama untuk memberikan peluang pekerjaan yang bersifat instan kepada para fresh graduate. Pada kegiatan ini Fortuga akan merancang sistem untuk mengusahakan agar para fresh graduate tersebut akan dapat membangun dan membina badan usahanya sendiri secara mandiri.
(3) PROGRAM AKSES KE PASAR GLOBAL
Sebagaimana telah disinggung dimuka, bahwa satu-satunya cara untuk memperoleh daya saing tinggi di era globalisasi adalah dengan terjun langsung dan ikut serta terlibat dalam percaturan di era global tersebut. ITB baik sebagai kelembagaan pendidikan, maupun para alumninya sebagai individu maupun kelompok, harus sama-sama siap untuk memanfaatkan berbagai peluang di era global sekaligus juga siap menghadapi berbagai tantangannya. Dilaksananakan melalui:
Facilitation and sharing, merancang mekanisme untuk mengajak badan usaha alumnus ITB yang telah sukses di pasar global, agar dapat memberikan kesempatan kepada badan usaha alumni yang masih belum memiliki akses ke pasar global, melalui :
1. Pembagian kontribusi pekerjaan dan
2. Pemberian pelatihan dan learning by doing bagi individu alumni.

Secara sepintas program kerja nya cukup bagus. Salah satu item yang seiring dengan apa yang sedang berkembang di kalangan alumni yang tinggal di Malaysia (Kuala Lumpur) adalah globalisasi ITB, dengan bentuknya yang simple misalnya membuka ITB di Kuala Lumpur. Di Kuala Lumpur saat ini banyak universitas asal Australia dan lain negara yang membuka cabangnya di Kuala Lumpur, seperti Monash University, Sunway Univ. dll. Timbullah pertanyaan kalau university seperti Monash, Sunway bisa membuka cabangnya di Kuala Lumpur, kenapa ITB tidak bisa ?
Mudah2an angan2 ini dapat menjadi bahan pemikiran bang Hatta dan staff nya dalam meback-up ITB menuju ITB yang global. Wassalam wr wb.
Apa yang akan anda wujudkan secara nyata ketika anda terpilih menjadi Ketum IA ITB, berkaitan dengan banyaknya alumni ITB yang saat ini bersebaran di seluruh penjuru Eropa, untuk melanjutkan studi maupun bekerja ??
Tanggapan untuk Teuku & Rusdi >>>
Saya ucapkan terima kasih atas komentarnya, maaf agak terlambat merespon. banyaknya anak-anak ITB diluar negeri adalah potensi yang luar biasa untuk membangun global partnership dan mengembangkan networking untuk membangun sinergi bagi kepentingan alumni, ITB dan bangsa.
Dalam era globalisasi, dimanapun dibelahan dunia ini kita berada kita tetap bisa memberikan sumbangan bagi ITB, negara dan bangsa. Kita harus mencontoh bagaimana India berhasil membangun Cyber City dengan dukungan penuh para enterprenur dan profesional mereka diluar negeri, kita boleh berada dimana saja, berkerja dimana saja yang penting sebagai putra bangsa kita tidak boleh kehilangan jati diri sebagai putra indonesia.
Ass. Mr. Hatta,
bekerja memang bisa dimana saja, cuma…yang perlu diketahui apakah alasan mereka kerja di luar negeri….,
mungkin merasa tidak/kurang dihargai kerja di dalam negeri, yang tentu saja dalam finansial, andai gaji di negeri sendiri sebanding dengan kemampuan dan kebutuhan ekonomi, sebagaimana gaji di negeri orang…., yakinlah mereka tidak akan kerja di luar negeri.
yang saya rasakan selama ini, selalu saja rame2 di saat pemilu ….,
sudahnya…terbang tinggi, nyaris tak terdengar…., wuzzzz,
kiranya perlu dibuat program, minimal pengurus di tiap-tiap perusahaan, dengan agenda minimal silaturahmi yang pada akhirnya akan memperkuat dan memperbaiki kinerja perusahaan dan alumni itb di tempat tersebut, dan juga berujung pada reputasi alumni itb.
joko s. m’87
???????????? ????????? ?????? ?????? ???? ???????????? ???????????? ??????? ???????????? ??????? ?????????? ???????????? ??? ??????????? ??? ???????????? ????? ?????? ???????????? ?????????? ?????? ???? ?????? ???????????? ???????????? ??????? ????? ???????????? ??????????????? ????????? ????????????
Very interesting post. A little bit confusing, but it still ok Hm?….Home Equity Loan Comparison Rate
Hello , I like a lot of your blog post especially the article regarding Masukan Fortuga Untuk IA ITB, it looks very interesting.
Hi there I was browsing Internet searching for Business Loan and your blog regarding Masukan Fortuga Untuk IA ITB came my way.Very interesting! You really do know your thing! I?m gonna bookmark you and come back in a few to see yournew posting! Looking forward to! Cheers!…Small Business Loans New Day Care St Tammany
I have been searching on the net for Savings loan and end up visiting your site. I really like the posts here, especially this one regarding Masukan Fortuga Untuk IA ITB. I already bookmarked your site and sure visit again.